Minggu, 09 Juni 2013

Terdampar 1 minggu di Pulau Jawa bagian Timur dan Tengah (Malang, Surabaya dan Jogja)



Rencana tujuan awal kami adalah pendakian Mt. Mahameru yang berada tepat di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, karena bumingnya film 5cm pada akhir tahun 2012 kemarin kami pun memutuskan untuk berencana mendaki gunung tersebut. Akhirnya rencana kami terlaksana, kami berangkat dari stasiun senen tanggal 08 Mei 2013, sampai dimalang tanggal 09 Mei 2013. hiruk pikuk kota malang tidak seramai kota Jakarta, saat tiba disana saya melihat orang-orang disana berjalan sangat santai, ada pula yang mengendarai sepeda dengan begitu santai dan juga yang terburu-buru tidak tau ingin kemana (mungkin mereka tidak sabar untuk bertemu dengan sanak saudara yang sudah lama tidak dikunjungi atau bertemu) ada juga yang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing dan ada juga yang sibuk menawarkan jasa tumpangan mobil untuk sampai di tumpang atau mungkin langsung ke ranu pane(itu hanya sekilas pemikiran saya) karena pada saat itu memang ramai dengan para pendaki lainnya, entah dari mana asal mereka tetapi tujuan utama mereka adalah Mt.Mahameru sama seperti kelompok saya.

 
Pada hari itu kami langsung melakukan perjalanan untuk pendakian gunung mahameru, seperti yang sudah terbayangkan ternyata ramai sekali pendakian saat itu, kira-kira bisa sampai 1000 orang atau lebih yang melakukan pendakian pada tanggal 09 Mei 2013. Tapi kami tidak patah semangat, kami tetap melanjutkan perjalanan tersebut.

Pendakian gunung mahameru berlangsung selama 3 hari itu pun sudah mencapai puncak dan kembali lagi kepos ranu pane. Mungkin terlihat agak terburu-buru tetapi, karena kami sudah perjanjian dengan jeep yang kami tumpangi kemarin agar menjemput kami tanggal 11 Mei 2013 hari sabtu sore pukul 17.00, ya mau tidak mau setelah sampai puncak kami pun segera bergegas turun karena kami sudah dijemput oleh jeep tersebut, yang sebenarnya rencana awalnya adalah kami mau ngecamp sehari lagi di ranu kumbolo tetapi meleset dari rencana. Akhirnya kami ditawarkan untuk menginap dirumah salah satu teman kami, karena masih ada 1 hari lagi untuk menghabiskan waktu di kota malang, pikir saya kapan lagi bisa jalan-jalan di kota orang, lumayan untuk istirahat sejenak dan meluruskan kaki-kaki yang kaku dan mulai membengkak.
Tanggal 12 Mei 2013 kami pun masih merepotkan rumah teman kami. Kami masih singgah disana sampai sore hari, karena keberangkatan kereta kami pukul 16.00. Sambil menunggu waktu yang tinggal beberapa jam lagi di kota malang saya memutuskan untuk beristirahat saja dan menuntaskan tidur saya yang tertunda di Mt.Mahameru, sedangkan teman yang lain ada yang asik main kartu, mendengarkan music dan ada pula yang berjalan-jalan ke balai kota malang untuk hunting foto.

Waktu pun menunjukan pukul 13.30 kami langsung bergegas merapihkan peralatan dan perlengkapan, karena kami akan bergegas pulang menuju Jakarta. Sebelumnya kami sudah perjanjian lagi dengan jeep yang kemarin kami tumpangi agar menjemput kami tepat pukul 14.00, entah kenapa jeep tersebut datangnya agak molor 1 jam dari perjanjian, alhasil kami pun berangkat sekitar pukul 15.15, sebenarnya perasaan cemas tidak cemas ada, karena kami takut ketinggalan kereta lagi seperti waktu keberangkatan, mungkin kalau waktu keberangkatan dewi fortuna masih dipihak kami, tapi saat kepulangan dewi fortuna tidak dipihak kami, dan kami pun benar-benar tertinggal kereta. Kami sampai di stasiun kota malang tepat pukul 16.00 dan ternyata kereta sudah berangkat, benar-benar tidak bisa dibayangkan kereta tersebut berangkat tepat waktu, kereta kami saat itu adalah Kereta api Matarmaja jurusan malang-psr senen. Kami pun berusaha untuk mengejar kereta tersebut, tetapi usaha kami sia-sia karena jalan yang macet dan tidak mungkin ada yang bisa mengalahkan jalannya kereta jika kami menggunakan mobil.

Kami memutuskan untuk ke terminal arjosari, kali saja ada bis tujuan malang-jakarta, tetapi tidak ada, setelah bolak balik, mondar mandir cari bis sana sini, tiket kereta dan kita cari travel hanya untuk ke Surabaya atau jogja pun ternyata tidak ada juga, malang sekali nasib kami mungkin karena minggu itu akhir pekan yang sangat panjang jadi tiket kereta, bis dan travel habis seketika. Alternative terakhir kami memutuskan untuk naik bis dari terminal anjosari  ke terminal Surabaya, kenapa kami ke Surabaya dulu karena dari malang tidak ada bis tujuan langsung ke jogja, kalau pun ada bis itu datang sangat lama sedangkan kami  tidak mempunyai waktu banyak keadaan saat itu juga sudah malam jadi kami putuskan saja ke Surabaya, karena hari selasa kami sudah harus sampai Jakarta. Di terminal surabaya pun kami hanya transit, dari terminal Surabaya kita masih menyambung bis lagi untuk ke jogja dan dari jogja rencana kita adalah naik kereta ac ekonomi jurusan Jakarta. Perjalanan dari malang ke Surabaya sekitar 2 Jam dengan biaya Rp.23.000/orang, sedangkan dari Surabaya ke jogja hampir 8 jam dengan biaya Rp.34.000/orang.
Kami tiba di terminal jogja tanggal 13 mei 2013 pukul 07.00, sesampainya kami di terminal jogja, kami langsung bergegas ke stasiun lempuyangan untuk mencari kereta ac ekomoni jurusan Jakarta dengan menggunakan mobil carteran dengan harga Rp.60.000/mobil atau Rp. 7.000/orang(lupa biayanya berapa saat itu, hehehe). Saat sampai di stasiun lempuyangan ternyata tiket kereta juga sudah habis, akhirnya kami memutuskan untuk ke stasiun tugu jogja alternative selanjutnya, ternyata tiket kereta masih ada walaupun seadanya, akhirnya kami pulang menggunakan kereta bisnis senja utama jogja dengan biaya Rp. 210.000. Sebenarnya kami mencari kereta yang berangkat pagi itu, ternyata tidak ada dan kami pun mendapatkan kereta yang berangkat pukul 18.30, binggung mau kemana, kami pun memutuskan untuk singgah sebentar dipenginapan-penginapan dekat stasiun untuk beristirahat. Kami pun diantarkan ke penginapan oleh seorang tukang becak, kami beristirahat di penginapan Isty Losmen dengan biaya Rp. 80.000/kamar yang ada kamar mandi didalamnya, sedangkan yang tidak ada kamar mandi didalamnya Rp. 70.000/kamar.  Setelah beristirahat sebentar dan rapi-rapi kami mencari makan siang di sepanjang jalan malioboro sekalian membeli oleh-oleh dan berjalan-jalan ke alun-alun keraton. Setelah selesai kami langsung bergegas untuk bersiap-siap pulang ke Jakarta arena takut ketinggalan kereta lagi, ga mungkin banget kan ketinggalan kereta untuk kesekian kalinya, hehehe…

Kami pun pulang menggunakan kereta api bisnis senja utama jogja. Saya pikir kereta bisnis itu menyenangkan seperti orang-orang bicarakan, tetapi malah sebaliknya kereta bisnis ini tidak menyenangkan karena tidak ber ac hanya menggunakan kipas angin biasa, alhasil kami sepanjang jalan mengeluh kegerahan, untung saja saat itu kereta tidak terlalu ramai jadi tidak terlalu sumpek dan gerah. Tepat pukul 18.30 kereta kami pun berangkat dari stasiun tugu jogja menuju ke pasar senen. Perbedaan kereta ac ekonomi dengan bisnis itu ternyata ada pada kecepatan laju jalannya dan di setiap stasiun kereta kami tidak berhenti, tidak seperti ac ekomoni setiap stasiun dia berhenti.

Akhirnya kami memutuskan untuk turun di stasiun jatinegara karena jaraknya lebih dekat dari pada harus sampai stasiun senen, kami tiba di stasiun jatinegara tanggal 14 mei 2013 pukul 03.45, keluar stasiun kami langsung naik mobil angkot 06A, mobil tersebut kami carter dengan harga Rp. 50.000. Sampai dirumah kami masing-masing sekitar pukul 05.00, saat itu sedang adzan subuh. Kami pun tiba di rumah dengan selamat walau ada kendala dan sedikit halangan tetapi itu menjadikan perjalanan kami penuh cerita dan canda tawa.

Hal-hal seperti itu yang membuat sebuah perjalanan menjadi lebih berarti dan punya cerita sendiri untuk diceritakan kepada anak-anak kami kelak atau orang-orang dirumah yang tidak sabar untuk mendengarkan setiap kejadian yang dialami dan untuk diceritakan.

Terimakasih untuk pulau jawa bagian timur dan tengah atas suguhanmu, serta orang-orang yang kita temui dalam setiap perjalanan, terutama orang tua dan Allah SWT yang selalu melindungi dan mendoakan kami.

Ini dia cerita terdampar 1 minggu dipulau jawa bagian timur dan tengah….

Selamat menyimak…  ini cerita ku apa cerita mu....

Perjalanan yang meleset dari jadwal (Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango)



24 Mei 2013, Malam

Perjalanan dimulai dari uki, sebagian dari kami berkumpul disana, saat itu kalau tidak salah kuota kami sekitar 30 orang, sebagian ada yang datang langsung dengan mobil yang ingin kita gunakan dan sebagaian lagi ada yang menunggu didepan universitas uki, kalau tidak salah yang menunggu didepan universitas uki sekitar ada 10 orang yaitu saya, teman saya, kakaknya dan 6 orang lainnya yang baru saya kenal saat itu. Saya datang pukul 21.30 tidak lama kemudian teman saya dengan kakaknya datang dan kami langsung bertemu dengan yang lain yang berkumpul didepan unversitas uki. Pada pukul 23.00 mobil yang kami tunggu pun datang dengan sisa kuota yang ada sekitar 20 orang, tak lama kami langsung berangkat menuju gunung gede-pangrango. Saat perjalanan menuju pintu tol keluar ciawi perjalanan sedikit tersendat, mungkin karena saat itu long weekend maka perjalanan arah puncak-bogor agak sedikit tersendat, maklum orang Jakarta kalau ada long weekend sedikit pasti perginya ke daerah puncak kalau tidak bogor lumayan untuk mengisi waktu liburan bersama keluarga atau teman-teman. Setelah agak sedikit tersendat jalan pun kembali normal yaitu ramai lancar. Setelah sampai cibodas kami menjemput teman kami 1 orang dia datang dari bandung dan tak lama kami pun berhenti sebentar untuk membeli logistik dan melanjutkan perjalanan menuju kaki gunung gede-pangrango dengan melalui jalur putri.

25 Mei 2013

Kami pun tiba pada pukul 03.30, saat itu rencana kami lewat jalur putri. Sambil menunggu pagi kami istirahat sebentar didepan-depan teras rumah warga sekitar, ada yang istirahat tidur dimusolah, ada yang tidur dipelataran rumah warga sekitar, ada yang makan dan lain sebagainya. Akhirnya matahari pun mulai bersinar dan menampakkan cahayanya, kami langsung bergegas dan rapi-rapi untuk memulai perjalanan. Kami star pukul 07.30, perjalanan menuju puncak gede-pangrango kami lalui lewat jalur putri, jalur putri itu sebelas dua belas sama dengan jalur cikuray, kenapa? Karena jalur putri itu emank benar-benar ajib selain jalan yang benar-benar nanjak, jalan itu juga tidak ada bonus sama sekali(tidak ada landainya). Baru jalan beberapa meter kita udah mulai istirahat, maklum banyak yang baru pertama naik gunung jadi harus banyak-banyak istirahatnya dari pada banyak yang drop nantinya, jadi harus sabar-sabar kalau mau lewat jalur putri. Setelah lewat pos pertama jalur putri debit air masih banyak dan kalian bisa ambil air sebanyak-banyaknya untuk persediaan sampai surya kencana, soalnya setelah pos tersebut air sudah tidak ada. Jalan terus menanjak sampai pos-pos berikutnya, jadi kelompok kami banyak istirahatnya dan sesekali memasak untuk makan siang, tak lupa juga saat istirahat kami selalu bercanda dan ada saja salah satu dari teman kami selalu membuat lelucon yang terkadang membuat kami tertawa terbahak-bahak sampai sakit perut rasanya. Sudah pukul 15.30 kami belum sampai juga disurya kencana, saat itu kami baru melewati pos lawang saketeng menuju pos maleber, tiba-tiba gerimis menggundang, saya pikir hujan hanya sebentar dan hanya gerimis tetapi hujannya malah tambah deras disertai angin dan gemuruh geledek, saat masih gerimis saya hanya berdua dengan teman saya, sedangkan yang lainnya ada yang duluan, ada juga yang masih dibawah, akhirnya saya memutuskan untuk menunggu teman saya yang masih dibawah karena tidak mungkin untuk saya mengejar teman saya yang duluan karena jaraknya pasti sudah jauh. Setelah teman saya yang dari bawah sudah datang, saya memutuskan untuk meneruskan perjalanan sedangkan yang lainnya masih beristirahat, tidak lama saya naik, saya melihat salah satu teman saya sedang tidur, pikir saya saat itu,”bisa-bisanya dia tidur padahal saat itu hujan lumayan deras, tetapi dia malah tidur, ckckckc, hehehe…”, akhirnya saya membangunkannya dan mengajak jalan bareng, tidak lama kemudian saya bertemu dengan teman-teman yang duluan ternyata jaraknya tidak jauh dari kami, kami pun jalan berbarengan kembali, bisa dibilang saat itu hujan badai kerena hujan benar-benar terus mengguyur sangat deras. Akhirnya kami yang duluan sampai di surya kencana pukul 16.40, sedangkan yang masih dibawah sampai di surya kencana pukul 19.15, karena saat itu teman-teman saya yang masih dibawah ada yang ngdrop, selain teman saya ada juga dari kelompok lain yang terserang hipotermia, akhirnya salah satu teman saya membantu mereka setelah teman-teman kami sudah mulai membaik. Sampai pada akhirnya satu persatu teman saya datang dan yang pertama datang adalah adik dari yang ngdrop dibawah, dia datang memberi informasi kepada kami kalau teman-teman kami ada yang ngdrop dan salah satu teman saya menjemputnya kebawah untuk memberikan pertolongan, setelah itu teman-teman yang lain ikut membantu, tidak peduli dengan keadaan saat itu yang penting kelompok kami semua sampai di surken dengan selamat dan semua bisa diberi pertolongan. Hari itu memang benar-benar sangat mengkhawatirkan dari yang teman-teman kami mulai drop dan dari kelompok lain pun ada yang terkena hipotermia, akhirnya kami dapat mengatasi keadaan itu, kami semua sampai di surken dengan selamat. Selain kendala keadaan cuaca yang mungkin saat itu bisa dibilang extream, kendala lain pun muncul dalam kelompok kami yaitu kami kekurangan tenda dan saat itu hujan pun masing mengguyur sampai malam, pada akhirnya teman-teman yang lain beristirahat seadanya yang penting kami bisa beristirahat untuk melanjutkan perjalanan esok hari. Kami pun ada yang tidur ditenda sambil duduk karena kurangnya tenda, ada juga yang tenda isi 3 tetapi isinya 4 dan tenda saya Alhamdulillah bisa tiduran tapi ya seperti itu, tidur tetapi kaki harus ditekuk, hehehe. Benar-benar keadaan yang sangat tidak menyenangkan saat itu, tetapi saya sangat bersyukur karena kami masih bisa saling tolong menolong antara satu dengan yang lain walau keadaannya seperti itu.

26 mei 2013

Keesokan harinya kondisi kami sudah fit kembali walau masih ada yang sedikit agak ngdrop karena kejadian semalam yang benar-benar diluar dugaan dan prediksi. Kami langsung membuat sarapan, untuk makan kami karena dari semalam kami belum makan, hanya ngemil makanan yang ada ditenda masih-masing. Sebagian dari kami ada yang memasak membuat sarapan, ada juga yang foto-foto, ada juga yang merapikan isi tenda. Sarapan pun sudah matang kami langsung menyantap makanan kami dan setelah selesai makan kami, langsung merapikan barang-barang kami untuk bergegas melanjutkan perjalanan menuju puncak. Kami berangkat dari surya kencana sekitar pukul 10.45, di surya kencana persediaan air sangat banyak, kami mengambil air disurya kencana untuk persediaan menuju puncak dan turun sampai kandang badak, karena kami akan turun lewat jalur cibodas. Jalan dari surya kencana menuju puncak itu sangat rapi dan berupa batuan-batuan kali yang tesusun sangat rapi seperti layaknya jalan raya, tetapi bedanya ini tidak diaspal hanya batuan kali saja. Saya dan teman saya 4 orang lainnya sampai duluan dipuncak sekitar pukul 12.30, sesampainya kami dipuncak kabut turun kembali dan tak lama gerimis pun menggundang, untung baru gerimis tidak langsung hujan deras lagi, sampai akhirnya teman-teman kami datang satu per satu, saat itu baru hujan turun deras sekali. Akhirnya kami memutuskan untuk berteduh dulu sampai hujannya berhenti, tetapi prediksi kami salah lagi, hujan pun tak kunjung reda sampai akhirnya kami memutuskan untuk berjalan saja menerjang hujan dari pada disana terus menerus kami kedinginan dan sampai-sampai menggigil. Tak lama kami berjalan hujan sudah mulai mereda, kami turun sekitar pukul 14.15 dan kami terus saja berjalan menelusuri jalan tersebut dan pemandangan sekitar pun mulai terlihat, seperti gunung pangrango dan kawahnya, kami berfoto sebentar dan meneruskan perjalanan.
Saya pun turun dengan terburu-buru karena takut dijalan sampai malam tetapi memang kita bakal dijalan sampai malam, karena jalur cibodas lumayan jauh jika dibandingkan dengan jalur putri. Jalur putri itu memang curam atau menanjak terus tetapi waktunya lebih cepat sedangkan cibodas jalurnya agak jauh tetapi jalan lumayan banyak bonus bisa dibilang banyak landai banyak juga curamnya. Kami sampai di kandang badak sekitar pukul 16.30. Di kandang badak kalian bisa ambil air untuk persediaan dan disana juga ada sebuah rumah atau pos, tidak tau untuk apa tetapi kata teman, itu untuk evakuasi mayat jika ada hilang atau meninggal disana(sedikit merinding saat cerita tentang ini). Kami singgah dahulu dirumah tersebut karena hujan mengguyur lagi dan lumayan deras, untuk itu kami memutuskan untuk istirahat sebentar disana sambil membuat makanan untuk menambah energy sebelum melanjutkan perjalanan turun. Kami pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanan habis magrib, akhirnya kami pun bergegas turun sehabis magrib karena saat itu kami ngtrek turun malam hari, kami pun jalan berbaris dan tidak ada yang saling mendahului. Dari kandang badak kami langsung bergegas turun, baru berjalan beberapa meter salah satu teman kami kakinya ada yang terkilir, akhirnya dia pun berjalan paling belakang dan tas cariernya dibawakan oleh teman saya. Dari kandang badak, kami melewati beberapa pos yaitu pos kandang batu, pos air terjun, dan pos air panas. Saat melewati pos air panas kalian harus berhati-hati karena jalan berupa batuan agak menurun, licin, uap yang keluar lumayan menghalangi langkah kami dan airnya lumayan banyak mengalir tetapi harus berhati-hati apalagi jika kalian melewati jalur tersebut pada malam hari seperti kelompok saya. Sebelum melewati pos air panas teman saya sudah mulai ada yang ngdrop, firasat saya sudah ingin menghentikan perjalanan saja lebih baik kita mendirikan tenda untuk istirahat dan melanjutkan perjalanan besok pagi, karena pasti akan ada teman kami lagi yang ngdrop karena cuaca saat itu. Benar dugaan saya ada lagi yang drop, tetapi kami tetap memutuskan untuk lanjut, ya sudah saya pun ikut saja dan kami melanjutkan perjalanan. Setelah melewati pos air panas kelompok kami sempat beristirahat sebentar untuk menunggu teman kami yang dibelakang, sambil beristirahat sebentar, disana saya sempat tertidur karena kantuk yang tidak tertahankan, tidak lama kami istirahat disana, setelah teman kami yang dibelakang sampai kami langsung berjalan lagi, baru beberapa melangkah, teman kami ada yang melihat sesuatu gitu deh, tadinya saya pikir dia tidak kuat atau ngedrop mungkin, tetapi something special gitu yang diliatnya(serem juga kalau ngomongin beginian), setelah kejadian itu kami langsung menyalakan atau memutar lagu-lagu sholawat gitu untuk menenangkan hati, jiwa dan pikiran agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kami pun melanjutkan perjalanan ke pos pertigaan ciberuem(pos Pancayangan), selama perjalanan menuju pos tersebut, kami banyak-banyak istirahat karena kondisi fisik kami pun mulai lelah dan letih karena beban yang dibawa dan keadaan. Sesampainya di pos tersebut, kami istirahat lumayan lama karena teman-teman sudah mulai mengantuk dan tidak sanggup karena kaki mereka sudah mulai sakit begitu pun dengan saya, kaki rasanya udah mau dicopot saja, sudah tidak kuat untuk melangkah turun.

27 mei 2013

Kami pun memutuskan untuk tidur di pos tersebut, sesekali saya dibangunkan oleh teman untuk pindah, mencari posisi enak untuk tidur, tetapi tepat saja tidak ada posisi yang enak karena saat itu udara dingin sekali, kalau tidak salah saat itu sekitar pukul 00.15 kami sampai dipancayangan, banyangkan saja berapa lama perjalanan dari pos kandang badak ke pancayangan???
Setelah sekitar 2 jam kami istirahat disana, saya dan teman-teman yang lain memutuskan untuk melanjutkan perjalanan turun tetapi beberapa dari kami ada yang tinggal disana karena 2 wanita tidak kuat untuk melanjutkan dan akhirnya mereka ditemanin oleh 2 laki-laki, disana juga ada yang buka tenda, jadi agak ramai tidak teman kami saja yang istirahat disana sampai pagi. Tepat pukul 02.10 kami lanjut berjalan menuju pos telaga biru, sesampainya di pos telaga biru kami istirahat kembali tadinya mau lanjut tetapi saat itu tiba-tiba hujan lagi, jadi kami memutuskan untuk tidur disana sampai pagi dan melanjutkan perjalanan besok pagi jika matahari sudah terbit, disana kami juga bertemu dengan kelompok lain yang sedang tertidur. Tiba-tiba disaat yang lain sedang tertidur pulas, saya menjerit kesakitan seperti ada yang menggigit kaki saya, saat itu juga orang yang dekat dengan saya langsung terkaget bangun, lalu melihat dikaki saya ada apa dan digigit apa?, tetapi pas diliat dan sandal saya coba dibuka ternyata tidak ada apa-apa, tetapi tidak tau kenapa memang saat itu saya benar-benar terasa ada yang menggigit kaki saya, sampai akhirnya salah satu teman saya ada yang bertanya,”kamu tidur ris?”, dengan polos saya menjawab,”iya k, aku tidur”, lalu teman yang lain langsung bilang,”ahhh, ngigo kali lu, orang ga ada apa-apa dikaki lu”, apa mungkin karena keadaan jadi seperti itu ya, saya bisa tidak sadarkan diri seperti itu, dibilang malu yaa malu, tetapi memang terasa ada yang menggigit kaki saya. Lalu yang lain melanjutkan tidurnya dan saya dengan teman yang lain yang masih belum melanjutkan tidurnya, masih membahas itu sambil tertawa-tawa, dan saya mengelak kalau saya menggigo dan tetap mempertahankan pendapat saya kalau, kaki saya memang benar ada yang gigit. Memang pagi yang gaduh, kalau tidak salah saat itu menjelang subuh, karena kejadian itu akhirnya sebagian dari kami tidak bisa tidur lagi dan memutuskan untuk turun, tetapi kami menunggu teman-teman yang masih tertidur tidak enak juga kalau langsung membangunkan mereka dan melanjutkan perjalanan sedangkan keadaan saat itu masih gelap, jadi kami memutuskan sampai terang sedikit habis itu baru kami lanjut turun ke bawah.

Akhirnya kami melanjutkan perjalanan sekitar pukul 05.30 dan sampai di pos resort mandalawangi pukul 06.30. Perjalanan turun yang sangat lama menurut saya dan merupakan perjalanan yang meleset dari rencana, karena minggu sore atau malam mungkin kami semua sudah sampai dirumah atau di pos resort mandalawangi, tetapi karena keadaan cuaca, situasi dan kondisi yang membuat perjalanan ini meleset dari rencana sebelumnya. Setelah sampai pos resort mandalawangi teman-teman yang lain langsung menghubungi kantornya masing-masing untuk meminta cuti tambahan, ada pula yang izin, ada juga yang berbohong dan masih banyak lagi alasan mereka, hehehehe karena kami belum sampai kerumah masing-masing dan masih berada di kaki gunung gede-pangrango. Setelah masalah yang satu itu terselesaikan kami langsung turun ke cibodas dan singgah di warung kopinya mang idi untuk istirahat sambil menunggu mobil yang akan menjemut kami. Kami pun dijemput malam hari kalau tidak salah pukul 21.30 dan sampai di Jakarta pukul 23.30 dengan selamat tanpa halang dan kendala apapun lagi.

Alhamdulillah kami semua bisa melewati perjalanan yang cukup extream karena 2 hari 2 malam kami diterpa badai, ditambah lagi kami belum istirahat yang cukup sampai senin pagi ini. Tetapi saya mendapatkan pelajaran baru dalam perjalanan ini. Dimana kebersamaan, kerja sama dan saling tolong menolong itu yang terpenting dibandingkan hal apapun tidak peduli dengan keadaan dan cuaca yang seperti apa, intinya teman-teman kami yang drop dan lain sebagainya terselamatkan dan bisa melewati itu semua, tidak peduli juga dengan perjalanan yang meleset dari rencana sebelumnya.
Ini benar-benar perjalanan yang sangat melelahkan, tetapi penuh suka cita, senang gembira, tawa ria dan masih banyak lagi yang tak bisa dituangkan dalam tulisan ini hanya bisa dirasakan dan dimaknai. Perjalanan ini sangat menyenangkan walau berujung sangat lelah sekali.


Ini dia foto kelompok kami, saya kenalkan satu per satu yaa, mulai dari sebelah kiri yang sampingnya perempuan berjilbab rohmat teman SMK saya, setelah itu bang emont, k’titi, bang davy, k’mila, bang hilal, bang lana(pake kupluk), abi belakang k’oni, k’oni, ica, depannya k’nisa, bang iwan, saya sendiri(risda), depan saya k’yani, dan sebelah saya k’rosna.

terimakasih sudah menyimak cerita ku. ini cerita ku apa cerita mu, selamat menikmati :)

Kamis, 04 April 2013

Papandayan Journey


Mt. Papandayan journey (2665 MDPL) with PNJ UI 29-31 Maret 2013

29 maret 2013, Hari pertama

Saya berangkat dari rumah pukul 16.30 WIB, setibanya di depan Gerang pintu masuk gedung PNJ saya bertemu dengan seorang perempuan yang tenyata dia juga sendirian untuk mengikuti pendakian massal tersebut, dia bernama MIRA.  Ada untungnya juga saya berangkat tepat waktu, jadi saya dapat bertemu dangan mira dan kita memutuskan untuk 1 kelompok, karena kita sama-sama sendirian untuk melakukan perjalanan pendakian massal tersebut.  Sesampainya di depan gedung ADM PNJ saya bertemu dengan 1 perempuan, namanya WULAN, yang saya pikir dia juga sendiri, g taunya dia udah ada kelompoknya (dengan PD saya ngajak kenalan dan Tanya,” sendiran??”, Dia jawab,”enggak, lagi nunggun temen”, perasaan saya saat itu langsung down, heheheeh). Setelah berkenalan dengan wulan, kita bertiga, langsung melakukan registrasi ulang. Sayangnya kita bertiga engga 1 kelompok, Wulan dan teman-temannya dapet kelompok 3, sedangkan saya dan mira kelompok 7 yang engga tau orang-orangnya kaya apa(intinya sii saya positive thingking aja, siapa pun teman-teman yang sekelompok dengan saya).Waktu sudah hampir jam 18.00 WIB, kita semua masih berada di depan halaman gedung ADM PNJ yang enggak tau pasti mau brgkat jam berapa, ternyata kita berangkat jam 21.00 WIB, katanya sii masih tunggu peserta yang lainnya dan sambil menunggu kita diberi snack oleh panitia acara. Akhirnya tepat pukul 21.00 WIB kita berangkat  dan diperkenalkan dengan teman-teman sekelompoknya, awalnya agak aneh dan canggung, tapi saya bawa enjoy aja, toh nanti pasti kenal dan akrab. Akhirnya kita berangkat dengan menggunakan Bus Karuni BajaSakti, Jurusan Jakarta-Garut.
Ini dia bus yang akan kita tumpangi dari kampus PNJ UI sampai pertigaan cisurupan kaki gunung Papandayan





30 maret 2013, hari ke dua

Setelah 5 jam perjalanan akhirnya, tepat Pukul 02.00 WIB kita sampai di pertigaan Cisurupan, Garut. Untuk melanjutkan perjalanan kita tidak bisa menggunakan mobil bis yang kita tumpangi dikarenakan jalan untuk menuju pos pendaftaran itu rusak-rusak jadi kita melanjutkan perjalanan dengan menggunakan mobil pick up, biaya yang dikenakan 15.000/orang untuk sampai pos pendaftaran(kaki Gunung Papandayan).
Tepat pukul  04.30 WIB kita sampai di Kaki Gunung Papandayan, sesampainya disana kita saling berbincang dan bersenda gurau untuk saling mengenal satu dengan yang lainnya dalam  kelompok tersebut. Sambil menunggu matahari terbit dan kita diberi welcome tea dan snack sebelum melakukan pendakian. Akhirnya tepat pukul 06.00 kita memulai pendakian, sebelum memulai pendakian , biasa…. kita asik foto-foto untuk mengabadikan moment-moment tersebut.
Ini dia foto-foto narsisnya, hehehehe...
saya perkenalkan yang dari kiri yang membawa tas selempang, itu(Mas Anwar)setelah itu saya sendiri(Risda), sebelah saya, PJ(Penanggung Jawab) kelompok kami(Rina),(Mira),(Agung),(Nofal), dibelakangnya Mira dan Agung(Mas Arif), sebelahnya(pak Agung),(Mas Nyoman), sebenarnya masih ada 4 orang lagi yaitu, Mas Gusti, Pak Yusuf dan Pak Madison, mereka bertiga sibuk fotoin kita, gantian sii fotonya, heheheh...




ini foto yang lengkap yang paling pojok dikanan itu (Pak Yusuf), sebelahnya (Pak Madison) dan yang sebelah nofal pake jaket biru itu (Mas Gusti) dan sebelahnya (Mas Bayu), lengkapkan jadinya :)



Ini jalur awal untuk memulai pendakian





Engga lama kemudian sunrise pun muncul dan kita siap-siap dengan kamera msing-masing lagi unutk mengabadikan moment itu.
Ini sunrisenya, keren banget g tuuu, baru kali ini saya liat sunrise(live report lah intinya, heheheh) mav kalo norak, soalnya baru pertama mendaki, hehehehe….





Setelah sunrise dan kira-kira 1 jam perjalanan kita langsung disuguhkan dengan Hutan Mati gunung Papandayan, yang bener-bener exotis banget, engga ada duanya deh pokoknya, terharu biru liatny.
Ini dia Deadth Forest Papandayan... keren kan berasa diatas samudra, g kalah seru deh sama Mahameru, heheheheh...





setelah hutan mati papandayan, kita sampai juga ditempat ngcamp, tempat kita ngcamp adalah pondok salada, ini dia tempatnya, disini juga ada sumber air kok, g jauh-jauh kok sumber airnya, paling kita jalan sedikit dari tempat ngcamp udah keliatan sumber airnya. 
ini abis beres-beres rapiin tenda dan makan siang, setelah itu narsis lagi deh, hehehehehe... ga jauh-jauh dari narsisi yaa kayanya, hehehe....


masih dengan narsis-narsisan nii yaa fotonya teman, janga bosan liat foto kami, hehehehe...


nah, malam pun mulai menjelang, dari pada malamnya g ngapa-ngapain mending narsis lagi sambil mengabadikan moment-moment seperti ini, iya g???



ini dia penghuni tenda kami, sudah pada kenal kan, jadi g usah di jelasin lagi yaa, cukup simak dan amati, hehehehehe.....


31 maret 2013, hari ketiga (last day) :(

akhirnya kita ngcamp dipondok salada sampai besok pagi, dan keesokan harinya, kami mulai bergesas untuk melanjutkan pendakian untuk mencapai puncak Gunung Papandayan. sebelum puncak kita juga masih melewati hutan mati papandayan untuk yg kedua kalinya loh.

ini dia viewnya, g kalah keren deh sama hutan mati yang pertama..... speachless liatnya, benar-benar indah banget..... dari sini aja kita udah bisa liat tempat kita ngcamp semalem apalagi dari puncak yaa, kita bisa liat semuanya x, hehehehe.....
ini viewnya, walaupun g terlihat jelas, hehehehe...


ini jalan menuju puncaknya yaa, diambil dari bawah, hehehehe...


dan ini saatnya narsis lagi, hehehehehe....


setelah hutan mati kita ke pos selanjutnya, yaitu tegal alun, tegal alun itu bisa dibilang padang edelwish, dengan hamparan edelwish dimana-mana rasa capek itu akan hilang semua, intinya rasa cape itu kebayar deh sama pemandangan yang bisa kita nikmati disana.


nah, ini dia tantangannya sebelum memasuki pos tegal alun, kita mesti lewati jalan yang benar-benar curam, mungkin bisa dibilang hampit tegak lurus, walaupun g tegak lurus banget kaya jalur gunung gede, tapi jalurnya lumayan deh, hehehehe... jadi mesti siap fisik dan minum kalo ada yaa, kalo g ada siap-siap kehausan dan lain sebagainya deh, hehehehe....
ini namanya Tanjakan Mamang, yang hampir tegak lurus itu.


narsis dollo sebelum lanjut perjalanan, karena moment kaya gini pasti jarang banget, hehehehe...



akhirnya kami sampai dipos selanjutnya, yaitu Tegal Alun. ini dia foto kelompok kami, walaupun personilnya sedikit dikarenakan ada yang g ikt muncak gara-gara mau lanjut ke Gunung Gede, tapi tetep rame dan g kalah seru sama kelompok lain, hehehehehe....

satu lagi nii foto kelompok kami yang banyak banget gayanya, hehehehe.... ternyata narsis-narsis juga orang-orang dikelompok kami, walau sudah ada yg bapak-bapak, hehehe.


ini dia hamparan edelwish, g ada matinya deh pokoknya, pemandangan yang sangat dirindukan oleh gunung, sayang lagi turun kabut, kalau kabutnya naik dikit aja, sumpah, g bisa dibayangin dengan kata-kata deh indahnya alam ini.....


masih dengan hamparan Edelwishnya yaa foto ini, hehehehe.... mav nii jadi narsisi bnaget kayanya mejeng sendirian :)


setelah pos Tegal alun, akhirnya kita hampir sampai sama puncak, walau kita juga mash harus lewatin puncak bayangan untuk benar-benar sampai puncak. ini dia puncak bayangannya.
masih turun kabut kawan jadi g terlalu jelas pemandangan yang ada, tapi tetep dinikmati lah, hehehehe.....


viewnya lumayan lah, walau tertutup kabut sedikit, hehehehehe... luar biasa pemandangannya teman.


akhirnya setelah hampir 2 jam lebih perjalanan dari pondok salada ke puncak, ini dia tempat yang kita tuju teman, kami sampai di puncak Gunung Papandayan, berkat semua usaha dan kegigihan kami yang mengantar kami pada tempat ini teman, subhanallah, sungguh ini pemandangan dari sini, sayangnya masih diselimuti kabut, tapi ga apa-apa lah yang penting bisa sampai puncakkkkkkkk..


 narsis dollo sebelum pulang, kapan lagi kami bisa muncak ke Gunung Papandayan, iya g??? hehehehe...


 akhirnya kami pun sampai pada tujuan kami yaitu, Puncak Gunung Papandayan, kami g lama-lama dipuncak paling hanya beberapa menit saja, paling cuma numpamg pamer foto aja kalo udah sampai puncak dan numpang istirahat sebentar, abis itu lanjut turun deh.

Cuma itu aja cerita versi saya, mungkin ada yang lebih menarik lagi dari cerita say bisa dishared disini. #salamlestari.
cintai negri kita, karena negri kita g kalah seru, menarik dan asikk untuk dinikmati.
tetap jaga kelestariannya yaa, jangan malah membuat rusak....

terimakasih, sekian. wassalammmmmmm...
sampai bertemu dicerita selanjutnya...